Archive for the ‘Artikel bebas’ Category

Banyak orang menganggap arogansi adalah sebagai sebuah eksistensi dari sebuah harga diri , bahkan banyak juga yang menganggap bahwa arogansi adalah sebuah upaya legitimasi untuk memperlihatkan power dan kekuasaan .

Hanya sedikit orang dapat menyadari bahwa arogansi adalah sebuah manifestasi munculnya jiwa kekanak kanakan yang muncul lewat potensi bawah sadar atau subsconsciuos mind . Arogansi sebagai sebuah sifat kekanak kanakan kita tidak ubahnya seperti dorongan untuk melakukan sesuatu hal yang tidak mampu kita lakukan di saat kita masih kecil , sehingga seolah potensi bawah sadar kita memunculkan keinginan saat masih kecil dan yang belum terpenuhi hingga saat ini .

Heroisme yang berlebihan justru seringkali di maknai secara keliru sehingga distorsi tersebut memunculkan sikap arogan yang tanpa alasan bahkan kalau boleh jujur kadang dia merasa sedih sendiri dengan arogansi yang muncul secara tiba tiba sehingga membuat seseorang dapat menjadi salah tingkah .

Yah … namanya juga impian masa kanak kanak … jadi ya sah sah saja .

Advertisements

Maju dan berkembang adalah sebuah ciri manusia sebagai makhluk sosial , sehingga dapat kita fokuskan bahwa suatu interaksi sosial seharusnya di prioritaskan untuk mencapai sebuah kemajuan positif .

Di dalam kondisi saat ini banyak kita lihat kaum muda yang sudah meraih sukses dan kejayaan di usia muda mereka , kesuksesan berkarir dan pekerjaan sangatlah menjadi suatu hal yang membanggakan .
Memahami kondisi tersebut di atas , maka andaikata hingga saat ini kita mengalami kemandegan dalam berprestasi dan berkarya serta merasa cukup puas dan bangga dengan keadaan sekarang , maka sangatlah tidak bijak .

Lingkungan yang cenderung tongkrang tongkrong dan hanya berdebat tanpa pangkal dan ujung menjadi sebuah gaya hidup yang mewarnai dunia pergaulan .

Meskipun hal tersebut tidak menggambarkan semua kondisi yang ada di dalam masyarakat kita . Masih banyak masyarakat yang berpikiran progressif dan senantiasa mau mengembangkan diri tanpa henti .

Lingkungan ideal yang harus kita tuju adalah sebuah komunitas yang membawa kepada tujuan positif dan bermanfaat . tentukan pilihan saat sekarang juga … siapakah teman nongkrongmu ???

Hampir satu bulan sudah kita melewati masa kampanye Pesta Demokrasi kita , melengkapi pemasangan gambar gambar partai dan Caleg ( Calon Legislatif ) di sepanjang jalan , maka pada masa kampanye ini selalu terdengar raungan suara knalpot kendaraan bermotor dengan teriakan yel yel partai masing masing .

Rasanya kembali kepada ingatan masa muda dulu yang pada peristiwa yang sama mengingatkan saya dalam mengikuti arak arakan keliling sambil tertempel atribut partai melengkapi karnaval waktu itu .

Membayangkan bagaimana negeri ini akan di pimpin oleh para legislatif muda dan pemimpin negeri inipun akan berganti wajah , maka sedikit tersirat harapan baru untuk mendapatkan sosok pemimpin yang tepat dengan segala perjuangan yang berpihak pada rakyat banyak .

Majulah Indonesia … menyongsong masa depan yang gemilang , dengan pemimpin yang berdedikasi tinggi untuk memperjuangkan nasib rakyat dengan kedewasaan serta meninggalkan budaya premanisme kepemimpinan .

YD2EJG - KUCING GARONGDi dalam sebuah komunitas yang plural , baik secara intelektualias ataupun dalam wawasan pergaulan, wacana untuk mengkonstruksi sebuah lingkungan pergaulan yang membangun nilai produktifitas seringkali akan terkendala oleh beberapa faktor , baik faktor internal ataupun eksternal .

Keragaman sebuah komunitas menjadi problem yang sangat sulit di dalam menciptakan persamaan persepsi dalam membangun pergaulan yang kondusif .

Intelektualitas bukan jaminan , akan tetapi lebih berperan adalah bagaimana positif thingking ( selalu berpikiran positif ) menjadi sebuah pola pikir yang bisa di bangun secara deduktif sehingga menjadi sebuah value yang akan membawa kepada asas kemanfaatan secara positif di lingkungan manapun kita berada .

Terjebak di dalam lingkungan yang mengalami nilai nilai ke-jahiliyahan yang tidak mampu melihat di dalam kegelapan , tentunya akan menjadi sebuah hal yang paling tidak mengenakkan .

By the way , Show Must Go On ..

Jangan pernah ragu untuk selalu ber-positif thingking .. karena hal tersebut akan membentuk prilaku psikologi dalam diri kita yang akan membangun sebuah etos baik di dalam pergaulan , pekerjaan dan di dalam sebuah komunitas yang lebih besar

kekerasan-stipLagi lagi kita di kejutkan dengan pemberitaan di media elektronik tentang kekerasan yang terjadi di STIP , Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran , belum hilang rasanya pada beberapa bulan berlalu geger dengan siswa sekolah itu ( STIP ) yang meninggal akibat kekerasan senior-nya . Jengah rasanya kebodohan yang terulang dengan membawa korban pada siswa di STIP .

Secara psikologis fenomena tersebut sudah merupakan sebagai indikasi penyimpangan sikap atau lebih tepatnya ya sakit psikologis . Arogansi senioritas sudah menjadi semacam subsconscious of mind pada setiap manusia di jaman modern ini , yang sangat bangga dengan senioritas dan memanfaatkan kekuasaannya untuk mengintimidasi adik adik kelasnya .

kekerasan-ipdnBagaimana tidak ? peristiwa yang bukan hanya sekali terjadi di sekolah tersebut , sudah pernah terjadi berulang untuk yang ke-sekian kalinya misalnya seperti di IPDN yang juga membawa banyak korban , dengan ekspos media yang sedemikian jelas , ternyata tidak menjadi suatu pembelajaran yang baik bagi para pelaku tindak kekerasan tersebut .

Hal tersebut tentunya tidak lepas dari faktor pengawasan dan mediasi dari pihak terkait dengan memberikan antisipasi yang sebagaimana mestinya sehingga hal hal buruk tersebut tidak akan terulang lagi .

Tanggal 28 oktober adalah sebuah relief perjuangan bangsa Indonesia yang menghantar sebuah sejarah perjuangan kepada kemerdekaan Indonesia . Tokoh pemuda yang memiliki kesadaran bahwa hanya dengan persatuan maka perjuangan bangsa ini di dalam menuju kemerdekaannya akan menjadi bermakna .

Di tuliskan bagaimana tanggal 28 Oktober yang senantiasa di peringati sebagai hari sumpah pemuda adalah simbol pelepasan ego kelompok dan golongan tertentu , menyatakan diri sebagai satu kekuatan moril yang menyuarakan kebangsaan , dengan tujuan mencapai Indonesia yang merdeka .

Peringatan demi peringatan telah kita lewati , namun rasanya kalender bangsa ini melangkah mundur ke belakang . Semangat persatuan yang telah di kalahkan oleh ego pribadi , kelompok atau golongan . Semangat mengambil keuntungan dari sebuah politik adu domba , provokatif dan menggunting dalam lipatan adalah sebuah budaya yang seakan menjadi watak dan karakter bangsa ini . Lihatlah di media massa dan elektronik , bagaimana para elite politik saling menghujat dan menjatuhkan , sehari berkompromi minggu kemudian berhadapan .

Memang sudah susah kaca mata tua ini memaknai arti 28 Oktober sebagai falsafah perjuangan bangsa . Tidak ada lagi kawan sejati , namun yang ada hanyalah kepentingan .

Ke depan , bangsa ini akan semakin mengalami problematika politik , dan romantisme ego . Meski tanpa putus harapan , masih banyak di antara mereka yang masih memiliki hati nurani dan jiwa kebangsaan , hanya selalu terpinggirkan di dalam kancah percaturan politik .

Dengan semangat 28 Oktober kita songsong ke depan arah perjuangan bangsa ini menuju bangsa yang mandiri , bermartabat dan adil makmur .

YD2EJG – Memaknai hari sumpah pemuda