Archive for October, 2008

Oleh : Ary Sulistyo

Peneliti Belanda seperti Hazeu dan AC Kruyt menemukan bahwa wayang sudah ada sejak zaman pemerintahan Airlangga. Menurut Hazeu, wayang mula-mula merupakan upacara syamanisme untuk memenuhi kebutuhan manusia mengadakan hubungan dengan roh-roh nenek moyang.

AC Kruyt berpendapat, berbagai suku bangsa di Indonesia punya semacam upacara tertentu untuk mengadakan hubungan antara manusia dengan dewa yang pada masyarakat Jawa dilakukan oleh seorang perantara, yakni dalang (Wibowo, 1976).

Dunia pewayangan dapat ikut serta mendewasakan masyarakat berupa pembekalan konsepsi-konsepsi yang mudah dirasakan dan diresapkan sehingga orang mampu menghadapi persoalan hidup yang beraneka ragam. Filsafat pewayangan membuat para pendukungnya merenungkan hakikat hidup, asal, dan tujuan hidup, hubungan gaib antara dirinya dengan Tuhan, serta kedudukan manusia dalam alam semesta yang gumelar ini (Wibisono, 1991).

Bagi orang Jawa, wayang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan, bahkan wayang diibaratkan sebagai bayangan sifat manusia. Pepatah Jawa berbunyi sangkan paraning dumadi yang artinya setiap insan Jawa harus menenggok dari mana ia berasal.

Ibaratnya kacang tidak boleh lupa dengan kulitnya. Manusia senantiasa eling atau ingat akan kesejatiannya, yang salah satunya direpresentasikan oleh wayang. Oleh sebab itu wayang purwa selalu dapat mengakomodasi, secara aktual berbagai kecenderungan yang berkembang di masyarakat dan dijadikan frame of reference oleh masyarakat dari masa ke masa (Kayam, 1981).

Dari banyaknya jenis wayang, yang terkenal adalah wayang purwa, yaitu jenis pertunjukan wayang kulit dengan lakon-lakon yang mula-mula bersumber pada cerita-cerita kepahlawanan India, yaitu Mahabarata dan Ramayana. Purwa artinya mula-mula, yang asli, yang diambil dari empat kelompok mitos: pertama yang disebut “prasejarah” yang didasarkan sebagian pada Adiparwa (awal dari Mahabarata) dan sebagian pada mitologi Indonesia kuno. Kedua, siklus dari mitos-mitos yang dikenal sebagai Arjunasasrabau yaitu mengenai asal-usul tokoh penting dari Ramayana, dan di dalamnya lewat tokoh Kresna (yang seperti Rama adalah inkarnasi Dewa Wisnu) hubungan antara Ramayana dan Mahabarata. Ketiga, Ramayana sendiri, dan keempat, cerita tentang Pandawa dan Kurawa seperti yang dihubungkan di dalam Mahabarata (Holt, 2000).

Tokoh Sengkuni

Biasanya dalam sebuah pakeliran seorang dalang dituntut untuk dapat menguasai panca gatra pewayangan berupa:

  • seni pedalangan;
  • seni karawitan;
  • seni kriya;
  • seni widya (pendidikan dan falsafah); dan
  • seni ripta (lagu-lagu)

Sehingga tokoh-tokoh yang akan dimainkan sesuai dengan karakteristiknya, lagu-lagu yang dipilih sesuai dengan suasana, kapan saat serius dan kapan harus mbanyol. Salah tokohnya adalah Sengkuni dalam Mahabarata, ia mempunyai peran yang penting.

Sengkuni adalah tokoh wayang Mahabarata Jawa yang menjabat sebagai Patih di Negara Astina, sebuah negara yang diperintah oleh Kurawa. Badannya kurus, mukanya pucat kebiru-biruan seperti pecandu. Cara bicaranya “klemak-klemak” terkesan menjengkelkan.

Orang yang mempunyai ciri fisik seperti ini cenderung berbuat licik, senang menipu, munafik, senang memfitnah, senang menghasut, senang mencelakakan orang lain, dan iri hati. Sengkuni dikenal juga sebagai pengemong atau penasihat, terutama tentang hal-hal pemerintahan bagi para Kurawa dalam memerintah Astinapura.

Di sisi gelap jiwa Sengkuni selalu menyimpan suatu dorongan sadis, yaitu “biarlah orang lain menderita.” Di mana pun juga, sebenarnya kita akan menemukan orang-orang yang memiliki kecenderungan-kecenderungan kasar yaitu ingin mempertahankan dirinya, tetapi orang lain harus dikorbankan. Siasat licik yang dijalankan Sengkuni adalah mengadakan permainan judi dengan dadu dengan Pandawa (Yudistira). Sengkuni tahu bahwa Yudistira senang bermain dadu. Pandawa kalah, pertaruhannya adalah terusir dari istana dan mengembara dalam hutan.

Karena kejahatannya sampai kini tak seorangpun yang mau disamakan dengan tokoh Sengkuni. Tapi, bagaimanapun, masyarakat Jawa dan Bali percaya bahwa tokoh ini tidak dapat diremehkan. Sengkuni adalah tokoh yang sangat sakti dalam perang Baratayuda karena memiliki Ajian Pancasona. Dengan ajian itu, ia akan kebal terhadap senjata apapun. Tetapi menjelang akhir perang setelah semua Kurawa terbunuh, barulah Sengkuni dapat dibunuh oleh Bima dengan kuku Pancanaka setelah diberi tahu kelemahannya oleh Sri Kresna.

Kita seperti Sengkuni ?

Dalam suasana globalisasi ini, seni pewayangan yang hanya mengikuti pakem-pakem kuno tanpa adanya gubahan kreatif dari sang dalang sangat terancam untuk tergusur. Tetapi jika kreativitasnya hanya untuk mencari popularitas, nilai-nilai ataupun pesan moral dari wayang itu juga akan terkikis.

Banyak dalang muda justru mengubah karakter wayang yang dipentaskan agar mendapat perhatian penonton. Tokoh-tokoh yang mempunyai perwatakan serius seperti Bima, Kresna, dan lain sebagainya tahu-tahu diplesetkan menjadi tokoh yang suka bergurau. Karena mungkin usia wayang yang sudah tua sehingga harus menuruti selera masyarakat yang berubah, pembelokan karakter itu dianggap wajar sebagai bumbu pertunjukan. Lalu kita dibuat tersentak melihat Karna ditampilkan lebih menarik dari saudara tirinya Arjuna, karena Karna lebih mengandung sifat-sifat manusiawi dibanding Arjuna yang “terlalu sempurna” sebagai seorang ksatria.

Begitu juga Yudistira mungkin sekali tidak akan diterima karena terlalu jujur dan terkesan jauh dari segala dosa dan kesalahan. Kresna yang dengan sedikit muslihatnya dianggap lebih benar. Durna, Duryudana, dan Sengkuni bahkan dipandang lebih colorful dalam memimpin negara ketimbang Pandawa. Ini semua menunjukkan bahwa mungkin sekali peranan wayang sebagai frame of reference dari simbol-simbol akan mulai berakhir dan mulai menginjak pada peranannya yang lebih profan, yang lebih manusiawi, yakni sebagai drama, sebagai lakon modern.

Ini artinya penonton akan melihat perwatakan tokoh-tokoh wayang serta lakon-lakon yang mendukungnya tidak lagi sebagai tokoh-tokoh atau lakon-lakon teladan tetapi sebagai manusia-manusia dengan sejumlah kemungkinan. Ini juga terjadi pergeseran fungsi wayang kepada fungsi dikdakti modern, yakni memberi pengalaman-pengalaman, ekspose-ekspose, pilihan-pilihan dan kemungkinan-kemungkinan (Kayam, 1981).

Maka jangan kaget jika suatu hari muncul pemimpin seperti Sengkuni atau bahkan sudah ada Sengkuni-Sengkuni di sekeliling kita yang menduduki jabatan kepemimpinan, tapi tidak mempunyai jiwa memimpin. Lalu kita menerimanya sebagai biasa-biasa saja, dan tidak ada keterkejutan. Karena kesakralan sudah bergeser, karena senda-gurau sudah menjadi kewajiban, dan karena hiburan tertawa lebih penting, serta harta dan kedudukan menjadi ukuran segalanya.

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.

Sumber artikel : http://sudarjanto.multiply.com/journal/item/500

Tanggal 28 oktober adalah sebuah relief perjuangan bangsa Indonesia yang menghantar sebuah sejarah perjuangan kepada kemerdekaan Indonesia . Tokoh pemuda yang memiliki kesadaran bahwa hanya dengan persatuan maka perjuangan bangsa ini di dalam menuju kemerdekaannya akan menjadi bermakna .

Di tuliskan bagaimana tanggal 28 Oktober yang senantiasa di peringati sebagai hari sumpah pemuda adalah simbol pelepasan ego kelompok dan golongan tertentu , menyatakan diri sebagai satu kekuatan moril yang menyuarakan kebangsaan , dengan tujuan mencapai Indonesia yang merdeka .

Peringatan demi peringatan telah kita lewati , namun rasanya kalender bangsa ini melangkah mundur ke belakang . Semangat persatuan yang telah di kalahkan oleh ego pribadi , kelompok atau golongan . Semangat mengambil keuntungan dari sebuah politik adu domba , provokatif dan menggunting dalam lipatan adalah sebuah budaya yang seakan menjadi watak dan karakter bangsa ini . Lihatlah di media massa dan elektronik , bagaimana para elite politik saling menghujat dan menjatuhkan , sehari berkompromi minggu kemudian berhadapan .

Memang sudah susah kaca mata tua ini memaknai arti 28 Oktober sebagai falsafah perjuangan bangsa . Tidak ada lagi kawan sejati , namun yang ada hanyalah kepentingan .

Ke depan , bangsa ini akan semakin mengalami problematika politik , dan romantisme ego . Meski tanpa putus harapan , masih banyak di antara mereka yang masih memiliki hati nurani dan jiwa kebangsaan , hanya selalu terpinggirkan di dalam kancah percaturan politik .

Dengan semangat 28 Oktober kita songsong ke depan arah perjuangan bangsa ini menuju bangsa yang mandiri , bermartabat dan adil makmur .

YD2EJG – Memaknai hari sumpah pemuda

Om Hendro YC2LRR Sosok yang akrab , familiar dan komunikatif

Om Hendro YC2LRR Sosok yang akrab , familiar dan komunikatif

Sosok satu ini ( YC2LRR ) adalah termasuk tokoh amatir radio yang cukup lama , bagi yang sering berkomunikasi di High Frequency ( HF ) tentu sudah tidak asing lagi dengan beliau ini .

Om Hendro – YC2LRR yang pada masa kepengurusan saat ini di percaya untuk memegang Club Station – YC2ZDN , semua ini tidak lepas karena keaktifan beliau di dunia amatir radio khususnya di di High Frequency ( HF ) . Sering dan aktif mengikuti acara Club Station Call dan Net net nusantara lainnya .

Pribadi yang cukup familiar dan ramah nampak pada diri beliau , baik kepada rekan rekan luar kota , maupun rekan rekan dari dalam kota . Dan di dalam komunitas HF-pun beliau sudah cukup di kenal karena keaktifan beliau berkomunikasi di sana .

Mas Bono , Teman yang baik hati dan tidak sombong

Mas Bono , Teman yang baik hati dan tidak sombong - Phone 0271 7975143 , Lokasi foto : di wedangan SIPIT

Sosok yang satu ini terasa paling supel dan orangya cukup low profile , sebagai seorang Anggota Radio Amatir Lokal Surakarta , beliau cukup aktif mengikuti berbagai kegiatan baik yang berlangsung di lokal ataupun di luar kota .

Sosok Mas Bono ini terlihat menjadi peserta lomba pada acara Ham Festifal 2008 yang di adakan di kota Bantul Jogjakarta . Bagi yang sudah pernah bertemu pasti melihat bagaimana sepak terjangnya saat mengikuti event Fox Hunting di jogja tersebut , selama dua hari beliau menginap di lokasi lomba karena event lain yang diikuti yaitu Lomba Autodubbling baru di laksanakan pada hari ke-duanya .

Temen temen lokal Solo-pun sudah tidak asing lagi , karena beliau aktif mengikuti Dukom Lebaran September 2008 ini . Nah kalo lagi pas ketemu di lokal beliau ini sebenarnya juga merupakan seorang vokalis yang memiliki spesialisasi lagu lagu barat tempo dulu atau yang lebih di kenal dengan Top Fourty atau Evergreen .

Mas Bono di dalam kesehariannya di sibukkan dengan aktifitasnya di bengkel mobil , karena beliau juga menjadi pemilik Bengkel Mobil yang terletak di daerah Klodran Solo bagian utara . Nah sudah tahu profile beliau kan ? kalo masuk di dial 416 ini sapalah beliau yang senantiasa pesawatnya stand by 24 jam .

Nah kalo pas lagi on dial atau bagi temen temen luar kota yang travellling di kota Solo , bagi yang seneng music dan bernyanyi langsung saja stay tune di dial 432 ini . Komunitas di dial ini nggak begitu banyak sih anggotanya , cuma hampir ke-semua anggota banyak terlibat dan berkecimpung di dunia music dan entertainment .

Anggota tetap di dial ini antara lain : Mas Rudy becak – Bassis handal yang saben hari main di Restaurant ” BOGA ” yang berlokasi di Taman Sriwedari Solo , terus ada Om Gopal – Player Solo Keyboard handal yang malang melintang di dunia entertainment karena beliau ini juga memiliki persewaan sound system yang sudah berskala nasional yang mengibarkan bendera ” Pangedi Swasono Sound & Entertainment ” , terus ada juga Om Dandhung – Seorang Sound Engineer yang menjadi team ahli sound system di North Food Cafe yang berlokasi di seputaran perempatan Ngapeman Solo , Papi Rustanto Kusumo seorang Master of Ceremony kawakan yang juga ahli bermain keyboard kesayangannya yaitu Korg PA 50 , Papi Rus ini juga memiliki persewaan beraneka badut ancol , Teletubbies dan masih banyak lagi koleksinya dan masih beberapa lagi personil tetap di dial ini .

Yang menjadi ciri khas komunitas dial ini adalah selalu terdengar suara musik ataupun live keyboard yang berasal dari anggota komunitas dial ini . Namun penghuni dial ini rata rata dapat di dengarkan hanya pada saat jam malam saja , rata rata di atas jam sebelas malam .

Nah bagi temen temen yang mau ikutan bergabung langsung aja deh taruh dial-nya di angka 432 , pasti anda akan merasa terhibur dengan stay tune di dial ini

Hot Spot Wireless adalah radio pancar ulang akses internet , di Kota Solo dalam rangka men-sukseskan program Solo sebagai kota budaya dan pariwisata , oleh Bapak walikota Solo Bapak Joko Wi telah men-develope beberapa titik HotSpot wireless di Kota Solo . Hal inipun berkembang dengan dengan adanya beberapa pihak lain baik Instansi ataupun perseorangan yang juga menyediakan akses HotSpot wireless ini .

Ada beberapa Hot Spot wireless yang gratis namun ada juga yang versi bayar , mau lihat titik titik Hot Spot wireless Akses Internet tersebut , ini ada peta HotSpot wireless di Solo dari Website tetangga sebelah sementara ada 30 titik : 25 free, 5 mbayar… ambil LAPTOP , PDA atau SmartPhone anda dan langsung menuju ke TKP yuuuk…

Lihat tabel titik titik Hot Spot wireless Internet Di Kota Solo

NO Lokasi Status
1 Hotel Arini Free
2 Hotel Ayu Putri Free
3 Hotel Dana Free
4 Hotel Agas Free
5 Hotel Diamond iVAS
6 Diamond Resto Free
7 Hotel Orchid iVAS
8 Hotel Riyadi Palace iVAS
9 Hotel Sahid Kusuma iVAS
10 Solo Grand Mall – iVAS iVAS
11 Solo Grand Mall – Free Free
12 Atria Café Free
13 Intro Café Free
14 Solo Square Free
15 Hotel Grand Orchid Free
16 Coppa Futsal Free
17 Elbas Resto Free
18 Bank BII Free
19 RM Bundo Sriwedari Free
20 Metta FM Free
21 Bandar AA Free
22 Mc Donald Free
23 Hotel Baron Indah Free
24 Ce Es Resto Free
25 Plasa Telkom Gladak Free
26 SMA Santo Yosef Free
27 RM PringSewu Free
28 Griya Helin – Fajar Indah Free
29 Hotel Indah Jaya Free
30 Loji Gandrung Free

Sumber : solocity view

Wah agak terlambat nih tapi nggak apa apa ya ???  Kami YD2EJG Joko Kucing Garong beserta keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H , Mohon Maaf Lahir & Batin .

Lama nggak ketemu nih … soalnya lagi sibuk bantuin persiapan kakakku yang paling gedhe mau menikahkan putrinya , jadi mau nggak mau ikut sibuk wara wiri to … Ngebreak aja sampai keter ( gak sempet ) padahal tempo hari musti kudu broadcast ” main keyboard Roland EXR5s ku sambil menyonyo gitu … ha ha ha … oh ya kemarin malem minggu juga nggak sempet dateng di acara pertemuan rutin 416 , acara arisan sekaligus Halal Bi Halal di WJ Cafe … cori ya ehh  … sori maksudku .

Lagian lagi asiik asiknya ngerjain aktifitas di internet … jadi ya saben hari di depan laptop terus nonstop gitu , sampe lupa bangun kalo lagi tidur dan lupa berhenti kalo lagi makan … hi hi hiii ..

Ok .. dah sampai gini dulu aja ya … everything is ok .. bye