kenwood tr 9130 Selamat datang di yd2ejg.wordpress.com , lewat media ini saya ingin untuk berbagi pengalaman dan informasi sebagai amatir radio khususnya di Indonesia .

Bagi teman teman amatir yang punya info tentang skema atau artikel menarik lainnya dan ingin ikut menulis di artikel ini silahkan mengirimkan alamat emailnya kepada saya , sehingga dapat saya informasikan username dan pasword sehingga dapat ikut mengirim artikel di wordpress saya ini .

Bagi teman luar kota yang sedang traveling atau ada acara di kota Solo , saya harap berkenan mampir ke rumah saya , OK ??? Nanti saya antar program wisata kuliner di Solo he he he ….

YD2EJG – SOLO

Banyak orang menganggap arogansi adalah sebagai sebuah eksistensi dari sebuah harga diri , bahkan banyak juga yang menganggap bahwa arogansi adalah sebuah upaya legitimasi untuk memperlihatkan power dan kekuasaan .

Hanya sedikit orang dapat menyadari bahwa arogansi adalah sebuah manifestasi munculnya jiwa kekanak kanakan yang muncul lewat potensi bawah sadar atau subsconsciuos mind . Arogansi sebagai sebuah sifat kekanak kanakan kita tidak ubahnya seperti dorongan untuk melakukan sesuatu hal yang tidak mampu kita lakukan di saat kita masih kecil , sehingga seolah potensi bawah sadar kita memunculkan keinginan saat masih kecil dan yang belum terpenuhi hingga saat ini .

Heroisme yang berlebihan justru seringkali di maknai secara keliru sehingga distorsi tersebut memunculkan sikap arogan yang tanpa alasan bahkan kalau boleh jujur kadang dia merasa sedih sendiri dengan arogansi yang muncul secara tiba tiba sehingga membuat seseorang dapat menjadi salah tingkah .

Yah … namanya juga impian masa kanak kanak … jadi ya sah sah saja .

Maju dan berkembang adalah sebuah ciri manusia sebagai makhluk sosial , sehingga dapat kita fokuskan bahwa suatu interaksi sosial seharusnya di prioritaskan untuk mencapai sebuah kemajuan positif .

Di dalam kondisi saat ini banyak kita lihat kaum muda yang sudah meraih sukses dan kejayaan di usia muda mereka , kesuksesan berkarir dan pekerjaan sangatlah menjadi suatu hal yang membanggakan .
Memahami kondisi tersebut di atas , maka andaikata hingga saat ini kita mengalami kemandegan dalam berprestasi dan berkarya serta merasa cukup puas dan bangga dengan keadaan sekarang , maka sangatlah tidak bijak .

Lingkungan yang cenderung tongkrang tongkrong dan hanya berdebat tanpa pangkal dan ujung menjadi sebuah gaya hidup yang mewarnai dunia pergaulan .

Meskipun hal tersebut tidak menggambarkan semua kondisi yang ada di dalam masyarakat kita . Masih banyak masyarakat yang berpikiran progressif dan senantiasa mau mengembangkan diri tanpa henti .

Lingkungan ideal yang harus kita tuju adalah sebuah komunitas yang membawa kepada tujuan positif dan bermanfaat . tentukan pilihan saat sekarang juga … siapakah teman nongkrongmu ???

Hampir satu bulan sudah kita melewati masa kampanye Pesta Demokrasi kita , melengkapi pemasangan gambar gambar partai dan Caleg ( Calon Legislatif ) di sepanjang jalan , maka pada masa kampanye ini selalu terdengar raungan suara knalpot kendaraan bermotor dengan teriakan yel yel partai masing masing .

Rasanya kembali kepada ingatan masa muda dulu yang pada peristiwa yang sama mengingatkan saya dalam mengikuti arak arakan keliling sambil tertempel atribut partai melengkapi karnaval waktu itu .

Membayangkan bagaimana negeri ini akan di pimpin oleh para legislatif muda dan pemimpin negeri inipun akan berganti wajah , maka sedikit tersirat harapan baru untuk mendapatkan sosok pemimpin yang tepat dengan segala perjuangan yang berpihak pada rakyat banyak .

Majulah Indonesia … menyongsong masa depan yang gemilang , dengan pemimpin yang berdedikasi tinggi untuk memperjuangkan nasib rakyat dengan kedewasaan serta meninggalkan budaya premanisme kepemimpinan .

Awal tahun 2009 ini kota Solo kembali di genangi oleh air pada beberapa titik rawan di kota Solo khususnya Solo bagian timur dan selatan .

Seperti yang di alami oleh rekan kita Stefanus Aries Hendrayana – YC2SNK yang tinggal di daerah Baron , Solo bagian selatan di sebelah utara Batik Keris Solo malam itu rumahnya di genangi oleh air hingga di atas mata kaki .

Cukup merepotkan juga karena datangnya banjir yang mendadak dan pada saat malam hari sekitar jam 10 malam air mulai meluber menggenangi di beberapa bagian di Kota Solo ini , khususnya di rumah YC2SNK

Lihat YC2SNK mau berenang juga tanggung airnya baru sebatas di atas mata kaki

Lihat YC2SNK mau berenang juga tanggung airnya baru sebatas di atas mata kaki

Tak urung banjir kali ini membuat YC2SNK repot juga , soalnya malem hari air tiba tiba nyelonong masuk begitu saja tanpa memberitahu , repot kan dingin dingin malah di suruh berendam . Untung saja Banjir awal tahun ini tidak separah tahun kemarin karena menurut laporan dari waduk Gajah mungkur Elevasi permukaan air waduk masih berada pada posisi normal .

Membuat panik deh ... banjir lagi gara gara si Komo lewat

Membuat panik deh ... banjir lagi gara gara si Komo lewat

yc2snk-banjir3

Yah gitu deh … tenang mr 2SNAKE .. tak temeni nongkrong sambil ngemil blanggreng sama pisang goreng sambil ngabisin air yang perlahan lahan surut .

    KEGIATAN AMATIR RADIO

    PP No. 21 Tahun 1967, LN. 1967-35, s.d. u. t. dg.  PP No. 20/1980,

    LN. 1980-30, mb. 23 Juni 1980

    Mengingat:
    (s.d.u.t. dg.  PP No. 20/1980.)
    1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;
    2. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1964 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 6 Tahun 1964 tentang Telekomunikasi menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1964 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2657);
    3. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Pengesahan Konvensi Telekomunikasi Intemasional (ITU) Malaga Torremolinos 1973 (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3092);
    4. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1967 tentang Radio Amatirisme di Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 35, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2843).

    BAB I. ISTILAH-ISTILAH

    Pas. 1. a.  Radio Amatirisme adalah wadah penjaluran hasrat amatirisme jang bersifat non komersiil untuk pengetahuan, penjelidikan dan pertjobaan dalam bidang komunikasi lewat radio antara Radio Amatir;
    b. Radio Amatir adalah mereka jang mempunjai hobby dalam bidang Radio Elektronika jang mempergunakan Radio Amatirisme sebagai wadah;
    c. Stasiun Radio Amatir adalah stasiun Radio jang dibuat sendiri untuk keperluan Amatirisme pada frekwensi-frekwensi jang chusus disediakan untuk amatirisme.
    d. (s. d. t. dg.  PP No. 20/1980.) Stasiun Amatir Radio adalah stasiun radio yang dibuat sendiri dan digunakan untuk kegiatan amatir radio;
    e. Kegiatan Amatir Radio adalah kegiatan latih diri, saling komunikasi dan penyelidikan-penyelidikan teknis yang diselenggarakan oleh para amatir radio, yakni orang-orang yang diberi izin karena berminat dalam teknik radio dengan tujuan pribadi tanpa maksud mencari keuntungan keuangan;
    f. Menteri yang dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini adalah Menteri Perhubungan.

    BAB II. UMUM

    Pasal 2.
    (s.d.u. dg. PP No. 20/1980.)
    (1) Setiap orang yang berminat dapat menyelenggarakan kegiatan amatir radio di Indonesia.
    (2) Bagi Warga Negara Asing berlaku ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri.
    Pasal 3.
    Setiap Radio Amatir di Indonesia harus tergabung dalam organisasi Radio Amatir lokal/regional.
    Pasal 4.
    Masing-masing organisasi Radio Amatir lokal/regional harus tergabung dalam organisasi Radio Amatir Nasional.
    Pasal 5.
    (s. d. u. dg.  PP No. 20/1980.) Anggaran Dasar Organisasi Amatir Radio akan diatur lebih lanjut oleh Menteri.

    BAB III. PERIZINAN

    Pasal 6.
    a.(1)(s.d.u.dg.PP No.20/1980.) Kegiatan Amatir Radio, pemasangan dan penggunaan Stasiun Amatir Radio di wilayah Indonesia harus mendapat izin Menteri.
    (2) Izin seperti termaksud dalam pasal 6 ajat (1) dibagi dalam izin untuk hubungan Nasional dan Internasional.
    (3) (s.d.u.dg. PP No. 20/1980.) Sebelum seseorang melakukan kegiatan Amatir Radio, menggunakan atau melayani stasiun Amatir Radio, diwajibkan memenuhi persyaratan yang akan ditetapkan oleh Menteri.
    (4) Mereka sebagaimana dimaksudkan dalam ajat (3) pasal ini bertanggung-djawab atas ditaatinja sjarat-sjarat teknis serta pelaksanaan dari segala peraturan-peraturan jang beriaku.
    (5) (s.d.u. dg.  PP No. 20/1980.) Tatacara permohonan izin pendirian stasiun Amatir Radio akan diatur lebih lanjut oleh Menteri.
    (6) (s.d.u. dg.  PP No. 20/1980.) Untuk pembeiian izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (3), dan ayat (5) Menteri menunjuk seorang Pejabat yang membidangi bidang telekomunikasi.

    BAB IV. SJARAT-SJARAT TEKNIS

    Pasal 7.
    (s. d. u. dg.  PP No. 20/1980.) Persyaratan teknis mengenai nama panggilan, frekuensi, klasifikasi emisi, daya pancar maksimum dan antena yang diperkenankan akan ditentukan oleh Menteri.

    BAB V. TJARA-TJARA HUBUNGAN

    Pasal 8.
    (1) Pembitjaraan dalam hubungan diselenggarakan dengan bahasa Indonesia/bahasa Inggeris dengan mempergunakan tata tjara kerdja jang berlaku baik nasional maupun internasional.
    (2) Hubungan kerdja sama hanja diperbolehkan dengan lain-lain Stasiun Radio Amatir jang sah dan dengan Radio Amatir asing dari negara-negara jang mempunjai hubungan baik dan tidak memusuhi negara Indonesia.
    (3) Tanggal, waktu dan hasil hubungan/siaran harus ditjatat dalain buku tjatatan sebagai kelengkapan Stasiun Radio Amatir.
    (4) Pembitjaraan dalam hubungan harus dibatasi chusus dalam rangka kebutuhan informasi teknis.

    BAB VI. PENGAWASAN

    Pasal 9.
    Setiap Radio Amatir baik setjara perseorangan maupun setjara organisasi wadjib membantu Pemerintah dalam mengadakan monitoring terhadap kemungkinan-kemungkinan pelanggaran.

    BAB VII. KETENTUAN PIDANA

    Pasal 10.
    Barangsiapa melanggar ketentuan-ketentuan jang tersebut dalam Peraturan Pemerintah ini dihukum dengan pidana kurungan selama-lamanja satu tahun atau denda setinggi-tingginja seratus ribu rupiah, berdasarkan pasal 24 Undang-undang No. 5 tahun 1964 tentang Telekomunikasi.

    BAB VIII. KETENTUAN PENUTUP

    Pasal 11.
    Hal-hal jang belum diatur dalam Peraturan Pemerintah ini akan ditetapkan lebih landjut dengan keputusan Presiden Republik Indonesia.
    Pasal 12.
    Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada hari tanggal ditetapkan.
    Ditetapkan di Djakarta pada tanggal 30 Desember 1967.

YD2EJG - KUCING GARONGDi dalam sebuah komunitas yang plural , baik secara intelektualias ataupun dalam wawasan pergaulan, wacana untuk mengkonstruksi sebuah lingkungan pergaulan yang membangun nilai produktifitas seringkali akan terkendala oleh beberapa faktor , baik faktor internal ataupun eksternal .

Keragaman sebuah komunitas menjadi problem yang sangat sulit di dalam menciptakan persamaan persepsi dalam membangun pergaulan yang kondusif .

Intelektualitas bukan jaminan , akan tetapi lebih berperan adalah bagaimana positif thingking ( selalu berpikiran positif ) menjadi sebuah pola pikir yang bisa di bangun secara deduktif sehingga menjadi sebuah value yang akan membawa kepada asas kemanfaatan secara positif di lingkungan manapun kita berada .

Terjebak di dalam lingkungan yang mengalami nilai nilai ke-jahiliyahan yang tidak mampu melihat di dalam kegelapan , tentunya akan menjadi sebuah hal yang paling tidak mengenakkan .

By the way , Show Must Go On ..

Jangan pernah ragu untuk selalu ber-positif thingking .. karena hal tersebut akan membentuk prilaku psikologi dalam diri kita yang akan membangun sebuah etos baik di dalam pergaulan , pekerjaan dan di dalam sebuah komunitas yang lebih besar

Tombo ati, iku limo ing wernane
Moco qur’an angen-angen sak maknane
Kaping pindho sholat wengi lakono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat weteng luwe lakonono
Kaping limo zikir wengi ingkang suwe
Salah sawijining sopo biso ngelakoni
Insyaalloh Gusti Alloh nyembadani

(Obat hati itu ada 5 macamnya
Pertama, baca Qur’an sambil menangkap maknanya
Kedua, dirikan sholat malam
Ketiga, berkumpullah bersama orang-orang yang shalih
Keempat berpuasalah
Kelima zikir malam lakukanlah
Siapa dapat menjalankan semuanya
Isyaalloh Tuhan akan memberkahi
… )

kekerasan-stipLagi lagi kita di kejutkan dengan pemberitaan di media elektronik tentang kekerasan yang terjadi di STIP , Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran , belum hilang rasanya pada beberapa bulan berlalu geger dengan siswa sekolah itu ( STIP ) yang meninggal akibat kekerasan senior-nya . Jengah rasanya kebodohan yang terulang dengan membawa korban pada siswa di STIP .

Secara psikologis fenomena tersebut sudah merupakan sebagai indikasi penyimpangan sikap atau lebih tepatnya ya sakit psikologis . Arogansi senioritas sudah menjadi semacam subsconscious of mind pada setiap manusia di jaman modern ini , yang sangat bangga dengan senioritas dan memanfaatkan kekuasaannya untuk mengintimidasi adik adik kelasnya .

kekerasan-ipdnBagaimana tidak ? peristiwa yang bukan hanya sekali terjadi di sekolah tersebut , sudah pernah terjadi berulang untuk yang ke-sekian kalinya misalnya seperti di IPDN yang juga membawa banyak korban , dengan ekspos media yang sedemikian jelas , ternyata tidak menjadi suatu pembelajaran yang baik bagi para pelaku tindak kekerasan tersebut .

Hal tersebut tentunya tidak lepas dari faktor pengawasan dan mediasi dari pihak terkait dengan memberikan antisipasi yang sebagaimana mestinya sehingga hal hal buruk tersebut tidak akan terulang lagi .

Oleh : Ary Sulistyo

Peneliti Belanda seperti Hazeu dan AC Kruyt menemukan bahwa wayang sudah ada sejak zaman pemerintahan Airlangga. Menurut Hazeu, wayang mula-mula merupakan upacara syamanisme untuk memenuhi kebutuhan manusia mengadakan hubungan dengan roh-roh nenek moyang.

AC Kruyt berpendapat, berbagai suku bangsa di Indonesia punya semacam upacara tertentu untuk mengadakan hubungan antara manusia dengan dewa yang pada masyarakat Jawa dilakukan oleh seorang perantara, yakni dalang (Wibowo, 1976).

Dunia pewayangan dapat ikut serta mendewasakan masyarakat berupa pembekalan konsepsi-konsepsi yang mudah dirasakan dan diresapkan sehingga orang mampu menghadapi persoalan hidup yang beraneka ragam. Filsafat pewayangan membuat para pendukungnya merenungkan hakikat hidup, asal, dan tujuan hidup, hubungan gaib antara dirinya dengan Tuhan, serta kedudukan manusia dalam alam semesta yang gumelar ini (Wibisono, 1991).

Bagi orang Jawa, wayang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan, bahkan wayang diibaratkan sebagai bayangan sifat manusia. Pepatah Jawa berbunyi sangkan paraning dumadi yang artinya setiap insan Jawa harus menenggok dari mana ia berasal.

Ibaratnya kacang tidak boleh lupa dengan kulitnya. Manusia senantiasa eling atau ingat akan kesejatiannya, yang salah satunya direpresentasikan oleh wayang. Oleh sebab itu wayang purwa selalu dapat mengakomodasi, secara aktual berbagai kecenderungan yang berkembang di masyarakat dan dijadikan frame of reference oleh masyarakat dari masa ke masa (Kayam, 1981).

Dari banyaknya jenis wayang, yang terkenal adalah wayang purwa, yaitu jenis pertunjukan wayang kulit dengan lakon-lakon yang mula-mula bersumber pada cerita-cerita kepahlawanan India, yaitu Mahabarata dan Ramayana. Purwa artinya mula-mula, yang asli, yang diambil dari empat kelompok mitos: pertama yang disebut “prasejarah” yang didasarkan sebagian pada Adiparwa (awal dari Mahabarata) dan sebagian pada mitologi Indonesia kuno. Kedua, siklus dari mitos-mitos yang dikenal sebagai Arjunasasrabau yaitu mengenai asal-usul tokoh penting dari Ramayana, dan di dalamnya lewat tokoh Kresna (yang seperti Rama adalah inkarnasi Dewa Wisnu) hubungan antara Ramayana dan Mahabarata. Ketiga, Ramayana sendiri, dan keempat, cerita tentang Pandawa dan Kurawa seperti yang dihubungkan di dalam Mahabarata (Holt, 2000).

Tokoh Sengkuni

Biasanya dalam sebuah pakeliran seorang dalang dituntut untuk dapat menguasai panca gatra pewayangan berupa:

  • seni pedalangan;
  • seni karawitan;
  • seni kriya;
  • seni widya (pendidikan dan falsafah); dan
  • seni ripta (lagu-lagu)

Sehingga tokoh-tokoh yang akan dimainkan sesuai dengan karakteristiknya, lagu-lagu yang dipilih sesuai dengan suasana, kapan saat serius dan kapan harus mbanyol. Salah tokohnya adalah Sengkuni dalam Mahabarata, ia mempunyai peran yang penting.

Sengkuni adalah tokoh wayang Mahabarata Jawa yang menjabat sebagai Patih di Negara Astina, sebuah negara yang diperintah oleh Kurawa. Badannya kurus, mukanya pucat kebiru-biruan seperti pecandu. Cara bicaranya “klemak-klemak” terkesan menjengkelkan.

Orang yang mempunyai ciri fisik seperti ini cenderung berbuat licik, senang menipu, munafik, senang memfitnah, senang menghasut, senang mencelakakan orang lain, dan iri hati. Sengkuni dikenal juga sebagai pengemong atau penasihat, terutama tentang hal-hal pemerintahan bagi para Kurawa dalam memerintah Astinapura.

Di sisi gelap jiwa Sengkuni selalu menyimpan suatu dorongan sadis, yaitu “biarlah orang lain menderita.” Di mana pun juga, sebenarnya kita akan menemukan orang-orang yang memiliki kecenderungan-kecenderungan kasar yaitu ingin mempertahankan dirinya, tetapi orang lain harus dikorbankan. Siasat licik yang dijalankan Sengkuni adalah mengadakan permainan judi dengan dadu dengan Pandawa (Yudistira). Sengkuni tahu bahwa Yudistira senang bermain dadu. Pandawa kalah, pertaruhannya adalah terusir dari istana dan mengembara dalam hutan.

Karena kejahatannya sampai kini tak seorangpun yang mau disamakan dengan tokoh Sengkuni. Tapi, bagaimanapun, masyarakat Jawa dan Bali percaya bahwa tokoh ini tidak dapat diremehkan. Sengkuni adalah tokoh yang sangat sakti dalam perang Baratayuda karena memiliki Ajian Pancasona. Dengan ajian itu, ia akan kebal terhadap senjata apapun. Tetapi menjelang akhir perang setelah semua Kurawa terbunuh, barulah Sengkuni dapat dibunuh oleh Bima dengan kuku Pancanaka setelah diberi tahu kelemahannya oleh Sri Kresna.

Kita seperti Sengkuni ?

Dalam suasana globalisasi ini, seni pewayangan yang hanya mengikuti pakem-pakem kuno tanpa adanya gubahan kreatif dari sang dalang sangat terancam untuk tergusur. Tetapi jika kreativitasnya hanya untuk mencari popularitas, nilai-nilai ataupun pesan moral dari wayang itu juga akan terkikis.

Banyak dalang muda justru mengubah karakter wayang yang dipentaskan agar mendapat perhatian penonton. Tokoh-tokoh yang mempunyai perwatakan serius seperti Bima, Kresna, dan lain sebagainya tahu-tahu diplesetkan menjadi tokoh yang suka bergurau. Karena mungkin usia wayang yang sudah tua sehingga harus menuruti selera masyarakat yang berubah, pembelokan karakter itu dianggap wajar sebagai bumbu pertunjukan. Lalu kita dibuat tersentak melihat Karna ditampilkan lebih menarik dari saudara tirinya Arjuna, karena Karna lebih mengandung sifat-sifat manusiawi dibanding Arjuna yang “terlalu sempurna” sebagai seorang ksatria.

Begitu juga Yudistira mungkin sekali tidak akan diterima karena terlalu jujur dan terkesan jauh dari segala dosa dan kesalahan. Kresna yang dengan sedikit muslihatnya dianggap lebih benar. Durna, Duryudana, dan Sengkuni bahkan dipandang lebih colorful dalam memimpin negara ketimbang Pandawa. Ini semua menunjukkan bahwa mungkin sekali peranan wayang sebagai frame of reference dari simbol-simbol akan mulai berakhir dan mulai menginjak pada peranannya yang lebih profan, yang lebih manusiawi, yakni sebagai drama, sebagai lakon modern.

Ini artinya penonton akan melihat perwatakan tokoh-tokoh wayang serta lakon-lakon yang mendukungnya tidak lagi sebagai tokoh-tokoh atau lakon-lakon teladan tetapi sebagai manusia-manusia dengan sejumlah kemungkinan. Ini juga terjadi pergeseran fungsi wayang kepada fungsi dikdakti modern, yakni memberi pengalaman-pengalaman, ekspose-ekspose, pilihan-pilihan dan kemungkinan-kemungkinan (Kayam, 1981).

Maka jangan kaget jika suatu hari muncul pemimpin seperti Sengkuni atau bahkan sudah ada Sengkuni-Sengkuni di sekeliling kita yang menduduki jabatan kepemimpinan, tapi tidak mempunyai jiwa memimpin. Lalu kita menerimanya sebagai biasa-biasa saja, dan tidak ada keterkejutan. Karena kesakralan sudah bergeser, karena senda-gurau sudah menjadi kewajiban, dan karena hiburan tertawa lebih penting, serta harta dan kedudukan menjadi ukuran segalanya.

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.

Sumber artikel : http://sudarjanto.multiply.com/journal/item/500

Tanggal 28 oktober adalah sebuah relief perjuangan bangsa Indonesia yang menghantar sebuah sejarah perjuangan kepada kemerdekaan Indonesia . Tokoh pemuda yang memiliki kesadaran bahwa hanya dengan persatuan maka perjuangan bangsa ini di dalam menuju kemerdekaannya akan menjadi bermakna .

Di tuliskan bagaimana tanggal 28 Oktober yang senantiasa di peringati sebagai hari sumpah pemuda adalah simbol pelepasan ego kelompok dan golongan tertentu , menyatakan diri sebagai satu kekuatan moril yang menyuarakan kebangsaan , dengan tujuan mencapai Indonesia yang merdeka .

Peringatan demi peringatan telah kita lewati , namun rasanya kalender bangsa ini melangkah mundur ke belakang . Semangat persatuan yang telah di kalahkan oleh ego pribadi , kelompok atau golongan . Semangat mengambil keuntungan dari sebuah politik adu domba , provokatif dan menggunting dalam lipatan adalah sebuah budaya yang seakan menjadi watak dan karakter bangsa ini . Lihatlah di media massa dan elektronik , bagaimana para elite politik saling menghujat dan menjatuhkan , sehari berkompromi minggu kemudian berhadapan .

Memang sudah susah kaca mata tua ini memaknai arti 28 Oktober sebagai falsafah perjuangan bangsa . Tidak ada lagi kawan sejati , namun yang ada hanyalah kepentingan .

Ke depan , bangsa ini akan semakin mengalami problematika politik , dan romantisme ego . Meski tanpa putus harapan , masih banyak di antara mereka yang masih memiliki hati nurani dan jiwa kebangsaan , hanya selalu terpinggirkan di dalam kancah percaturan politik .

Dengan semangat 28 Oktober kita songsong ke depan arah perjuangan bangsa ini menuju bangsa yang mandiri , bermartabat dan adil makmur .

YD2EJG – Memaknai hari sumpah pemuda

Next Page »